NEGOSIASI DAN MANAJEMEN KONFLIK
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perusahaan Manufaktur merupakan
penopang utama perkembangan industri di sebuah Negara. Perkembangan industri
manufaktur di sebuah negara juga dapat digunakan untuk melihat perkembangan
industri secara nasioanal di negara itu. Perkembangan ini dapat dilihat baik
dari aspek kualitas produk yang dihasilkannya maupun kinerja industri secara
keseluruhan.
Sebuah hasil riset yang dilakukan
pada tahun 2006 oleh sebuah lembaga internasional terhadap prospek industri
manufaktur di berbagai negara, posisi industri manufaktur Indonesia berada
diposisi terbawah bersama beberapa negara Asia, seperti Vietnam. Namun
perkembangan industri manufaktur Indonesia hingga saat ini menunjukan
peningkatan yang cukup memuaskan, meskipun masih jauh tertinggal dengan
negara-negara maju lain nya di Dunia. Maka dari itu perlu adanya solusi agar
Industri manufaktur di Indonesia semakin berkembang sehingga Indonesia bisa
bersaing di kancah internasional.
Selain permasalahan di Industri
Manufaktur, sebuah negara tidak akan pernah bisa lepas dari berbagai
permasalahan yang berhubungan dengan warga negaranya. Masalah ketenagakerjaan,
pengangguran, dan kemiskinan Indonesia sudah menjadi masalah pokok bangsa ini
dan membutuhkan penanganan segera supaya tidak semakin membelit dan menghalangi
langkah Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju.
Kondisi pengangguran yang tinggi
merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga
dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan
sosial dan kriminal; dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Untuk itu perlu adanya upaya untuk menanggulangi masalah ketenagakerjaan yang
berkaitan dengan banyaknya jumlah pengangguran
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Pengertian Industri Manufaktur?
2.
Bagaimana
Perkembangan Teknologi Manufaktur?
3.
Apa
dampak positif dan negatif dari Industri manufaktur?
4.
Bagaimana
Investasi Internasional?
5.
Apa
perbedaan menabung dan Investasi?
6.
Apa
saja jenis-jenis aset dalam investasi?
7. Bagaimana peran penanaman modal?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mendeskripsikan pengertian industri manufaktur.
2.
Untuk
mendeskripsikan Perkembangan Teknologi Manufaktur.
3.
Untuk
mengetahui dampak positif dan negatif dari Industri manufaktur.
4.
Untuk
mendeskripsikan Investasi Internasional.
5.
Untuk
mengetahui perbedaan menabung dan investasi.
6.
Untuk
mengetahui jenis-jenis aset dalam investasi.
7. Untuk mendeskripsikan peran penanaman modal.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Industri Manufaktur
Manufaktur adalah suatu cabang
industry yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium proses untuk
transformasi bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual. Upaya ini
melibatkan semua proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi
komponen-komponen suatu produk. Beberapa industry seperti produk semikonduktor
dan baja juga menggunakan istilah fabrikasi
atau pabrikasi. Sector
manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik.
Menurut Heizer, dkk (2005)
manufaktur berasal dari kata manufacture yang
berarti membuat dengan tangan (manual) atau dengan mesin sehingga menghasilkan
sesuatu barang. Untuk membuat sesuatu barang dengan tangan maupun mesin
diperlukan bahan atau barang lain. Seperti halnya membuat kue diperlukan
tepung, gula mentega dan sebagainya. Secara umum dapat dikatakan bahwa
manufatur adalah kegiatan memproses suatu atau beberapa bahan menjadi barang
lain yang mempunyai nilai tambah yang lebih besar. Manufaktur juga dapat
diartikan sebagai kegiatan-kegiatan memproses pengolahan input menjadi output.
Kegiatan manufaktur dapat dilakukan oleh perorangan (manufacturer) maupun oleh perusahaan (manufacturing company). Sedangkan industry manufaktur adalah
kelompok perusahaan sejenis yang mengolah bahan-bahan menjadi barang setengah
jadi atau barang jadi yang bernilai tambah besar. Contoh industry manufaktur
misalnya:
1. Pakaian
dan tekstil
2. Minyak,
kimia dan plastic
3. Elektronika,
komputer dan transportasi
4. Makanan
5. Logam
6. Kayu,
kulit dan kertas
Berdasarkan
jenis proses produksi atau berdasarkan sifat manufakturnya, perusahaan
manufaktur dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Perusahaan
dengan jenis proses produksi terus-menerus (continuous
process atau continuous manufacturing).
2. Perusahaan
dengan proses produksi yang terputus-putus (intermitten
process atau intermitten
manufacturing).[1]
B.
Perkembangan
Teknologi Manufaktur
Berbagai macam teknologi yang
digunakan dalam dunia industry manufaktur antara lain:
1. Teknologi
Mesin
Hampir semua mesin yang melakukan operasi seperti
pemotongan, pengeboran, dan penggilingan di dunia sedang mengalami perkembangan
pesat dalam hal akulturasi dan pengendalian. Pengendalian elektronik
meningkatkan kecepatan dengan mengurangi waktu pertukaran, mengurangi limbah
(karena hanya terjadi kesalahan yang lebih sedikit), dan meningkatkan
fleksibilitas.
2. Automatic
Identifiction System (AIS) dan Radio Frequency Identification (RFID)
AIS adalah suatu sistem untuk mengubah data menjadi
bentuk elektronik, contohnya barcode. Elektron merupakan kendaraan yang hebat
untuk mengirimkan informasi, tetapi mereka memiliki keterbatasan utama hampir
semua data MO tidak berbentuk bit dan byte.
3. Pengendalian
Proses
Pengendalian proses adalah penggunaan tekhnologi
informasi untuk memantau dan mengendalikan suatu proses fisik. Pengendalian
proses juga digunakan untuk menetapkan dan mengendalikan temperatur, tekanan,
dan kualitas dalam proses penyulingan minyak, proses petrokimia, pabrik semen,
penggilingan baja, reaktor nuklir, tekstil dan fasilitas yang terfokus pada
produk lainnya.
4. Sistem
Visi
Sistem visi memadukan tekhnologi kamera video dan
komputer, serta sering digunakan dalam pemeriksaan. Pemeriksaan visual
merupakan tugas penting di hampir proses pengolahan makanan dan organisasi
manufaktur.
5. Robot
Robot dapat digunakan secara efektif untuk melakukan
tugas-tugas yang umum bersifat monoton dan berbahaya, atau tugas-tugas yang
dapat dikerjakan secara lebih baik dengan menggunakan mesin sebagai pengganti
tenaga manusia.
6. Automated
Strorage and Retrieval System (ASRS)
Sistem yang dikenal sebagai ASRS menyediakan penempatan
serta pengambilan komponen dan produk secara otomatis dari dan menuju tempat tertentu
di dalam gudang. Sistem ini biasa digunakan dalam fasilitas distribusi
perdagangan eceran, seperti Wall-Mart, Tupperware, dan Benetton. Sistem ini
juga digunakan di area persediaan dan penguji dari perusahaan manufaktur.
7. Automated
Guided Vehicles (AGV)
AGV adalah kereta yang dipandu dan dikendalikan secara
elektronik yang digunakan dalam proses manufaktur untuk memindahkan komponen
dan peralatan.
8. Flexible
Manufacturing System (FMS)
FMS adalah suatu sistem yang menggunakan sel kerja
otomatis yang dikendalikan oleh sinyal elektronik dari fasilitas komputer
terpusat yang biasa.
9. Computer
Integrated Manufacturing (CIM)
CIM adalah suatu perubahan dalam desain yang diawali pada
sebuah CAD yang dapat menghasilkan perubahan kompenen yang dihasilkan di Shopfloor
dalam hitungan menit. [2]
C.
Dampak
Positif Dan Dampak Negatif Industri Manufaktur
1.
Dampak Positif
a. Menambah
penghasilan
penduduk sehingga meningkatkan kemakmuran.
b. Perindustrian
menghasilkan aneka barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.
c. Perindustrian
memperbesar kegunaan bahan mentah.
d. Usaha
perindustrian dapat memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk.
e. Mengurangi
ketergantungan negara pada luar negeri.
f. Dapat
merangang masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang industri.[3]
g. Penundaan usia nikah dini
2.
Dampak Negatif
a. Limbah
industri akan menimbulkan pencemaran air, tanah dan udara.
b. Asap-asap
pabrik menimbulkan polusi udara.
c. Akibat
pencemaran, banyak menimbulkan kematian bagi binatang-binatang, manusia dapat
terkena penyakit, hilangnya keindahan alam dan lain-lain.[4]
d. Banyaknya lahan pertanian yang hilang karena digunakan
untuk industri
e. Hilangnya kepribadian masyarakat
f. Terjadinya permukiman kumuh di kota-kota
D.
Investasi
Internasional
1.
Pengertian Investasi
Investasi adalah suatu istilah
dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi.
Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu
harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Terkadang, investasi disebut juga
sebagai penanaman modal. Berdasarkan teori ekonomi investasi berarti pembelian
(dan produksi) dari modal barang yang tidak di konsumsi tetapi digunakan untuk
produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api
dan pabrik.
2.
Macam-macam
investasi
Pada hakikatnya tabungan yang
terdapat di masyarakat ada yang merupakan simpanan sementara, yaitu sebelum
digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, ada juga merupakan tambahan modal
yang sering disebut investasi.
a.
Investasi menurut penggunaannya terdiri dari tiga
macam yaitu:
·
Kontruksi
·
Rehabilitasi
·
Perluasan
b.
Investasi menurut jenisnya
·
Investasi otonomi
·
Investasi terimbas
·
Investasi publik[5]
E.
Perbedaan
Menabung Dengan Berinvestasi
Menabung berarti menyisihkan uang
tanpa mengharapkan adanya kenaikkan dari nilai uang yang anda simpan. Dengan
menabung di bank, setidaknya anda tahu bahwa uang anda akan lebih aman
dibandingkan jika anda menaruhnya di bawah bantal. Sementara itu, berinvestsi
berarti mengharapkan adanya keikkan dari nilai mata uang anda seiring
berjalannya waktu, sehingga akan memberikan keuntungan. Uang yang diharapkan
memberikan akan bertambah nilainnya itu disimpan dalam suatu bentuk kekayaan
yang disebut dengan aset.
Menabung adalah suatu kegiatan berkala secara
terus-menerus dalam menumpuk atau mengumpulkan suatu dana,dalam rangka
melakukan investasi. Investasi dilakukan dengan memakai (menumbuhkembangkan)
dana yang sudah dikumpulkan melalui kegiatan menabung ke berbagai instrumen
investasi seperti: reksa dana, saham, emas,
dan properti. Investasi dilakukan dengan menaruh dan
memindah=mindahkan portofolio aset,dari satu instrumen lain,dari waktu ke
waktu. Investasi bersifat dinamis,sedangkan menabung bersifat lebih statis.[6]
F.
Jenis-Jenis
Aset
Dalam berinvestasi terdapat dua
macam jenis aset yang sama-sama dapat dipertimbangkan sebagai sarana investasi
dalam rangka mencapai tujuan keuangan yaitu:
1. Aset
Riil
Aset
riil adalah aset yang memiliki wujud. Contohnya adalah tanah, rumah, emas, dan
logam mulia lainnya
2. Aset
Finansial
Aset
finansial merupakan aset yang wujudnya tidak terlihat tetapi tetap memiliki
nilai yang tinggi. Umumnya aset finansial ini terdapat di dunia perbankan dan
juga di pasar modal, yang di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia.
Hasil
survei tahunan terhdap perusahaan-perusahaan di 131 negara dari World Economic Forum (2007) yang
berpusat di Geneva (Swiss untuk The
Global Competitiveness Report 2007-2008 mendapatkan
permasalahan-permasalahan utama yang dihadapi pengusaha-pengusaha di Indonesia.
Infrastruktur
yang buruk (dalanarti kuantitas terbatas dan kualitas buruk) tetap pada
peringkat pertama dan birookrasi pemerinth yang tidak efisien pada peringkat
kedua. Jika dalam survei tahun lalu keterbatasan akses keuangan tidak merupakan
suatu problem serius, hasil survei tahun ini masalah itu berada di peringkat
ketiga.[7]
Aset riil dan aset finansial masing-masing memiliki
kelebihan. Aset riil memberikan kita rasa nyaman karena memiliki fisik yang
dapat dilihat,sentuh,dan simpan. Disisi lain,salah satu keuntungan aset
finansial adalah relatif lebih likuid dibandingkan dengan aset riil. Likuid
artinya lebih mudah dijual atau lebih mudah dijadikan uang kembali. Sebagai
contoh, jika kita sedang butuh uang,dan perlu menjual investasi kita, maka aset
keuangan lebih mudah untuk diuangkan seperti deposito,
saham, reksa, dan lainnya. Sementara aset riil,
seberapa mudah dan cepat kita ingin menjual rumah atau
tanah,pasti membutuhkan proses yang lebih lama dan panjang,
seperti negosiasi, pemeriksaan dokumen,
proses di notaris, transaksi, dan seterusnya. [8]
G.
Peran
Penanaman Modal
Peran penting dari PMA sebagai
salah satu sumber penggerak pembangunan ekonomi yang pesat selama era Orde Baru
tidak bisa disangkal. Selama periode tersebut pertumbuhan arus masuk PMA ke
Indonesia memang sangat pesat terutama priode 80-an dan bahkan mengalami
akselerasi sejak tahun 1994 juga tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhn
investasi dan PMA pada khususnya di Indonesia selama era Soeharto tersebut
didorong oleh stabilitas politik dan sosial, kepastan hukum dan kebijakan
ekonomi yang kondusif terhadap kegiatan bisnis didalam negeri, yang semua ini
sejak krisis ekonomi 1997 hingga saat ini sulit sekali tercapai sepenuhnya.[9]
Pentingnya peranan penanaman modal asing dalam
pembangunan ekonomi Indonesia juga terefleksi dalam tujuan yang tertera dalam
Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang penanaman Modal sebagai landasan hukum
positif bagi kegiatan penanaman modal di Indonesia. Dalam UU Penanaman modal
tujuan penyelenggaraan penanaman modal adalah:
1.
Meningkatkan
pertumbuhan ekonomi nasional
2.
Menciptakan
lapangan kerja
3.
Meningkatkan
pembangunan ekonomi berkelanjutan
4.
Meningkatkan
kemampuan daya saing dunia usaha nasional.
5.
Meningkatkan
kapasitas dan kemampuan teknologi nasional.
6.
Mendorong
pengembangan ekonomi kerakyatan
7.
Mengolah
ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan dana yang
berasal,baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
8.
Meningkatkan
Kesejahteraan Masyarakat.[10]
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Manufaktur
adalah suatu cabang industry yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium
proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual. Upaya
ini melibatkan semua proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi
komponen-komponen suatu produk. Beberapa industry seperti produk semikonduktor
dan baja juga menggunakan istilah fabrikasi
atau pabrikasi. Sector
manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik.
2. Berbagai
macam teknologi yang digunakan dalam dunia industry manufaktur antara lain:
a.
Teknologi Mesin
b.
Automatic Identifiction System (AIS) dan
Radio Frequency Identification (RFID)
c.
Pengendalian Proses
d.
Sistem Visi
e.
Robot
f.
Automated Strorage and Retrieval System
(ASRS)
g.
Automated Guided Vehicles (AGV)
h.
Flexible Manufacturing System (FMS)
i.
Computer Integrated Manufacturing (CIM)
3.
Dampak positif dan dampak negatif
industri manufaktur adalah:
v Dampak
Positif
a. Menambah
penghasilan
penduduk sehingga meningkatkan kemakmuran.
b. Perindustrian
menghasilkan aneka barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.
c. Perindustrian
memperbesar kegunaan bahan mentah.
d. Usaha
perindustrian dapat memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk.
e. Mengurangi
ketergantungan negara pada luar negeri.
f. Dapat
merangang masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang industri.
g. Penundaan usia nikah dini
v Dampak
Negatif
a. Limbah
industri akan menimbulkan pencemaran air, tanah dan udara.
b. Asap-asap
pabrik menimbulkan polusi udara.
c. Akibat
pencemaran, banyak menimbulkan kematian bagi binatang-binatang, manusia dapat
terkena penyakit, hilangnya keindahan alam dan lain-lain.
d. Banyaknya lahan pertanian yang hilang karena digunakan
untuk industri
e. Hilangnya kepribadian masyarakat
f. Terjadinya permukiman kumuh di kota-kota
4.
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa
pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut
berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan
keuntungan di masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman
modal. Berdasarkan teori ekonomi investasi berarti pembelian (dan produksi)
dari modal barang yang tidak di konsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang
akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api dan pabrik.
5.
Menabung berarti menyisihkan uang tanpa
mengharapkan adanya kenaikkan dari nilai uang yang anda simpan. Dengan menabung
di bank, setidaknya anda tahu bahwa uang anda akan lebih aman dibandingkan jika
anda menaruhnya di bawah bantal. Sementara itu, berinvestsi berarti
mengharapkan adanya keikkan dari nilai mata uang anda seiring berjalannya
waktu, sehingga akan memberikan keuntungan. Uang yang diharapkan memberikan
akan bertambah nilainnya itu disimpan dalam suatu bentuk kekayaan yang disebut
dengan aset.
6. Dalam
berinvestasi terdapat dua macam jenis aset yang sama-sama dapat dipertimbangkan
sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan yaitu:
a.
Aset Riil
b.
Aset Finansial
7. Pentingnya peranan penanaman modal asing dalam
pembangunan ekonomi Indonesia juga terefleksi dalam tujuan yang tertera dalam
Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang penanaman Modal sebagai landasan hukum
positif bagi kegiatan penanaman modal di Indonesia.
B. Saran
1.
Bagi pendidik, sebaiknya menambah pemahaman yang lebih tentang apa pengertian industri manufaktur,
bagaimana perkembangan teknologi
manufaktur, apa dampak positif dan negatif dari industri manufaktur, Bagaimana
investasi internasional, apa perbedaan menabung dan investasi, apa saja jenis-jenis
aset dalam investasi, dan bagaimana peran penanaman modal.
2.
Bagi peserta didik, sebaiknya menjadikan materi makalah ini sebagai
tambahan wawasan ilmu pengetahuan.
3.
Bagi pembaca, sebaiknya memberikan kritikan dan saran yang
membangun untuk meningkatkan penulisan makalah ini agar dikemudian hari jauh
lebih baik.
[1]
Dr. H. Darmo H. Suwiryo, S.E.,MPd, M.M, Bisnis
Internasional, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2018), hal. 61-62
[2] Ibid; hal. 62-65
[3] Ibid; hal. 66
[4] Ibid; hal. 66
[5] Ibid; hal. 66-67
[7] Ibid; hal. 67-68
[9] Ibid; hal. 68
[10]David
Kairupan, Aspek
Hukum Penanaman Modal Asing Di Indonesia, (Jakarta: Pena Grafika, 2013) Hal.2-3
Komentar
Posting Komentar